Senin, 09 Desember 2013

tak mungkin berubah'



Sayangku takan mungkin bisa berubah

Sayang, aku kini sadar
ku takan mungkin bisa move on darimu
andai kau tau
ku disini selalu menangtimu
ku disini selalu menyayangimu

sayang, andai ku punya kesempatan kedua
 pasti akan ku hapus kesalahanku.
sandai aku masih punya kesempatan kedua
takan mungkin ku kecewakan kamu

sayang, dirimulah yang aku sayangi
disetiap ku sendiri
disetiap ku bermimpi

sayang,
aku ingin kau kembali
ku ingin kau seperti dulu
yang selalu mencintaiku
ku ingin sekali hal itu
terulang kembali

kenangan itu sayang
itu kenangan yang tak mungkin ku lupakan.

Minggu, 08 Desember 2013

love or friend



Karya : Novitasari (IX A)
            Hey..... namaku Novita kini aku berusia 14 tahun, aku sekolah diSMP N 1 CANGKRINGAN , aku kini kelas 3 smp, aku anak dari nomer 2 bersaudara. Aku mempunyai sahabat-sahabat yang sangat menyayangiku, mengharap hehe. Sahabat yang selalu  mau mengerti aku, sahabat yang selalu mensuport aku, sahabat yang selalu ada buat aku, sahabat yang mau menolongku. Banyak deh, tak ada batasnya arti sahabat buat aku.
            Mereka sahabatku dari aku TK hingga sekarang, makanya aku dan sahabat-sahabatku selalu tak kan pernah bisa terpisahkan, amin. Mereka adalah Ika,Dyas,dan Silva. Silva tipe orang yang sering mikirin cinta, Silva juga sering galau gara-gara mikirin cowok. Aneh aneh aja hehe. Ika dan Dyas sih netral, jadinya enak dan nyenengin.
            Pagi mulai tiba, matahari mulai menampakan sinarnya, aku segera bergegas bangun untuk sekolah. Lalu aku menuju ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai lalu aku segera ke meja makan untuk sarapan. Jam telah menunjukan pukul 05.45 aku segera berpamitan kepada kedua orang tuaku untuk sekolah. Aku segera ke garasi untuk mengambil sepedaku, ku ayunkan sepedaku, ku buka pintu gerbang rumahku, ku jalani jalan penuh bebatuan, ku lewati sawah penuh lumpur, pengorbanan yang luar biasa, ckck.
            Sampai disekolah menunjukkan pukul 06.45 ku segera menggayuh sepeda ke parkiran sepeda, ku hampiri sahabat-sahabatku yang telah menantiku, PD banget, haha. “ Pagi kawan,” kataku. “Pagi juga nov,”sahut Dyas. “Yuk ke kelas.” ajakku. “Wow”, sahut Silva “apanya yang wow” tanya Dias. “cowok itu” jawab Silva. “cowok itu memang wow, sepektakuler, lengkaplah pokoknya,” batinku. Tak lama kemudian Ika memotong angan-anganku. “ngelamunin apa Nov?,” tanyanya. “ bukan siapa-siapa, yuk ke kelas, “ajakku “yuk.”
            Pelajaran pertama yang membimbing Pak sidik yaitu pelajaran matematika. Huft aku malah gak konsentrasi mikirin cowok tadi terus, terus, dan terus. Apa ini yang dinamakan cinta. Ku mulai menyayanginya, kini mulai ada benih-benih cinta yang muncul. Tak terasa pelajaran matematika telah usai kini saatnya istirahat aku tidak gabung sama sahabat-sahabatku karena mereka setelah  istirahat prlajaran seni rupa, lalu aku jalan sendiri menuju ruang musik, sambil aku membaca buku,”aduh” teriakku. “maaf maaf aku tidak sengaja,” kata cowoknya. Ku bangun lalu ku lihat cowok itu dan ternyata itu cowok yang tadi pagi. “Kau tak apa-apa” tanyanya. “Aku tidak kenapa-kenapa,” jawabku. “ya udah sekali lagi aku mau minta maaf, dan namamu siapa?” sahutnya. “Aku Novita” sahutku. “wow nama yang cantik seperti orangnya,” katanya. “Uuuuuh...... bisa aja,” jawabku. “Heheeee.......” “Lha ngomong-ngomong nama kamu siapa?” “Namaku Fano,” katanya. “Nama yang bagus” “Thanks” “ udah dulu ya aku permisi dulu mau ke ruang musik dulu, sampai bertemu kembali.” “Ok.” Aku segera berjalan ke ruang musik.
            pelajaran seni musik telah usai kini saatnya kembali ke kelas, sampai dikelas pastinya langsung menghampiri sahabat-sahabatku. Mereka ku lihat sedang asik melukis jadi ku putusin untuk tidak menceritakan soal tadi.
            Ku duduk di kursi dimana biasanya aku duduk, heeemm,, masih aja ada bayangan-bayangan orang tadi di ingatanku. Kenapa begitu sulit aku untuk melupakan kenangan itu.
Kini aku Cuma diam saja terus menerus, teringat olehnya. Tibs-tiba silva datang kepadaku. “Nov, aku boleh tanya tidak?” “Ow boleh, silahkan Va.” “Nov  tadi tuh aku bertemu sama cowok yang tadi pagi, kelihatannya dia suka sama aku,” katanya. Seketika itu aku mulai cemburu. Huhuuuuu, tapi tak lama kemudian aku lalu menjawabnya, “owh bagus dong,” kataku agak jengkel. Bel telah berbunyi, tanda pelajaran telai usai aku segera ke parkiran untuk menuju ke sepedaku. Tiba-tiba Fano datang,”Hay Nov,” ucapnya. “Hey juga” jawabku.
            Seketika itu Silva datang kepadaku “dasar penghianat,” Ucapnya. Silva lalu pergi begitu saja. “Silva aku bisa jelasin ke kamu Va,” teriakku. Namun Silva malah acuhkan aku. Silva lari, menangis tersendu-sendu “udah Nov, jangan dikejar mungkin Silva hanya butuh waktu untuk sekedar menenagkan diri,” ucap Fano. ‘Yaaa......... maybe,,,” jawabku. Lalu aku pergi meningalkan Fano begitu saja., mungkin Silva kecewa. Aku udah buat sahabat aku sendiri menangis. Kini aku harus memilih antara “Cinta Atau Sahabat.” Aku harus minta maaf, aku harus jelasin semua ucapanku.
            Waktu aku sampai rumah, ternyata sahabat-sahabatku telah sampai duluan dirumah aku kecuali Silva. “Ya Allah Va, ternyata kamu beneran marah ya sama ak,” Batinku. “Kawan, ternyata kalian ada disini,” kataku. “Apa-apaan sih Nov, kita kan selalu ada buat kamu, kita tidak mungkin ningggalin kamu, apa lagi disaat kamu terpuruk seperti ini,” kata Ika. Seketika itu aku langsung meneteskan air mata. “Thanks ya teman,” kataku. Sahabatku lalu tersenyum dihadapanku.
            “Ayo Nov kita sama-sama ke rumahnya Silva,” ajak Dias. “Ayo” jawabku. Aku dan sahabat-sahabatku lalu bergegas ke rumah Silva. Waktu sampai di depan rumah Silva, Silva ternyata baru nyiram tanaman. Waktu Silva tau kalau aku menemuinya, Silva malah pergi masuk rumah. “Silva........” teriakku. Aku lalu lari dan meraih tangannya. “Lepasin,” katanya. Aku lalu memeluk Silva. “Va maafin aku, aku tau aku salah, sekarang silahkan kamu sama Fano, aku tidak masalah. Aku lebih memilih sahabat daripada cinta. Jika itu jodohku pasti akan datang dengan sendirinya, toh kita kan masih anak sekolah belum saatnya kita cinta cintaan. Lagi pula sahabat seperti kamu, tidak ada yang lain kecuali kamu. Silva lalu melepaskan pelukan itu. “Yang bener Nov, makasih Nov, maaf juga aku udah marah gini sama kamu, aku tidak bakalan sama Fano. Kamu bener belum saatnya kita cinta-cintaan” jawab Silva. Nah gitu dong kan enak dilihatnya kalau udah akur kayak gini.” sahut Ika
            Semenjak itu aku dan sahabat-sahabatku menjalin sebuah persahabatan yang sangat indah...



 ~TAMAT~

Rabu, 13 November 2013

kau penyemangatku



KAU PENYEMANGATKU

Dikala aku lagi senang kamu selalu jadi penyemangatku
Dikala aku punya harapan kau selalu menyemangati aku
Dikala aku lagi mencintai seseorang kau selalu menyemangatiku
Disaat aku lagi jatuh kau selalu menyemangatiku
Disaat aku lagi paatah hati kau selalu menyemangatiku
Disaat aku lagi sedih kau selalu menyemangatiku

Kamu emang is the best.. teman terbaikku penyemangat ku
Hingga suatu hari aku mulai ada rasa sama aku.. akhirnya pun kita jadian

Kamu emang penyemangatku.. 
Kau tak pernah berhenti melangkah
Hingga ku pumn jatuh dihadapanmu